Dalam agama, ada doktrin iman dan amal saleh. Bila kita mengaku beriman kepada Allah, kita harus mengiringinya dengan amal saleh. Jadi iman dan amal saleh adalah satu kesatuan yang tak bisa dipisahkan dalam agama.
Artinya dalam Islam, ibadah kita tidak hanya berdimensi vertikal (penghambaan kepada Allah) tapi harus sekaligus berdimensi horizontal. Kesalehan pribadi harus dibarengi dengan kesalehan sosial, peduli sesama dan lingkungan hidup. Banyak sekali hadis yang menekankan keharusan itu. Mari kita simak.
“Allah tidak menerima iman seseorang tanpa amal perbuatan dan tidak pula menerima amal perbuatan tanpa iman.” (HR. Ath-Thabrani).
“Celakalah orang yang banyak zikrullah dengan lidahnya tapi bermaksiat terhadap Allah dengan perbuatannya.” (HR. Ad-Dailami).
Sementara dalam Al Quran, kesatuan iman dan amal saleh itu berulang-ulang ditekankan baik secara tersurat maupun tersirat.
“Dan orang-orang yang beriman serta beramal saleh, mereka itu penghuni surga; mereka kekal di dalamnya.” (QS. Al-Baqarah:82).
“Barangsiapa yang mengerjakan amal soleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik, dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS: An-Nahl: 97).
“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” (QS. Al-Ashr: 1-3).
“Dan dimasukkanlah orang-orang yang beriman dan beramal saleh ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya dengan seizin Tuhan mereka.” (QS. Ibrahim: 23).
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, mereka diberi petunjuk oleh Tuhan mereka karena keimanannya, di bawah mereka mengalir sungai-sungai di dalam surga yang penuh kenikmatan.” (QS. Yunus: 9).
“Dan orang-orang yang beriman dan beramal saleh, benar-benar akan Kami hapuskan dari mereka dosa-dosa mereka, dan benar-benar akan Kami beri mereka balasan yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan.” (QS. Al-Ankabut: 7).
“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi.” (QS. An-Nur: 55).
“Dan barang siapa datang kepada Tuhannya dalam keadaan beriman, lagi sungguh-sungguh telah beramal saleh, maka mereka itulah orang-orang yang memperoleh tempat-tempat yang tinggi (mulia).” (QS. Thaahaa: 75).
Itulah sejumlah contoh ayat yang menerangkan bagaimana iman dan amal saleh dalam Islam menjadi dua hal yang tak bisa dilepaskan sehingga menjadi panduan setiap muslim untuk menerapkannya dalam semua aspek kehidupannya. Bahwa, amal saleh itu merupakan manifestasi dari iman.
Jadi, ketika seorang muslim bicara rukun iman yang merupakan persoalan hati, dia harus mengimplementasikan atau membuktikannya dalam bentuk amal saleh. Dengan demikian ajaran Islam benar-benar berdampak secara sosial bagi para pemeluknya, bukan hanya secara individual.
