Pintu Rezeki

Ada hadis yang begitu populer yang menyatakan sembilan dari 10 pintu rezeki ada dalam berdagang atau perniagaan. Satu pintu sisanya baru berasal dari pekerjaan lain. Dalam konteks ini berdagang dianggap membuka peluang keuntungan yang lebih besar dan berlipat dibandingkan dengan penghasilan rutin berupa gaji bulanan.

Tentu hadis ini jangan dimaknai secara leterlek (harfiah) karena rezeki sendiri bukan hanya berupa materi tapi juga senyum, beraktivitas dengan baik, kesehatan, kebahagiaan, hingga kenyamanan beribadah juga merupakan rezeki dari Allah.

Ada beberapa poin penting dari aktivitas berniaga yang merupakan pintu terbanyak untuk mendapatkan rezeki. Berniaga merupakan salah satu cara utama untuk menjemput rezeki yang mencakup pertukaran barang, uang, maupun jasa. Aktivitas berdagang juga dalam arti bertani, berkebun, berusaha, maupun aktivitas lainnya yang bisa mendatangkan rezeki yang harus dilakukan dengan dasar iman dan ketakwaan kepada Allah SWT.

Dengan hadis sembilan dari 10 pintu rezeki ada dalam perniagaan, artinya 90 persen rezeki akan datang dari usaha yang kita lakukan. Karena itu kejujuran menjadi hal yang utama karena pedagang yang sukses pastinya bukan yang curang sebagaimana banyak diingatkan dalam berbagai surat Al Qur’an.

Secara luas, Agama Islam juga menunjukkan kalau ada banyak pembuka rezeki seperti bertakwa kepada Allah, bersedekah, istigfar, salawat, bersilaturahmi, hingga menikah. Ada banyak kisah bagaimana seseorang memulai berdagang untuk menjemput rezekinya namun berakhir dengan kegagalan yang terus menerus.

Hal itu bisa jadi karena dalam berusaha tersebut dia mengandalkan dirinya sendiri. Maka coba dibalik, minta tolong kepada Allah, tunjukkan jalan untuk melakukan usaha ini, perbanyak solat malam, kemudian mantapkan jenis usaha yang akan dilakukan.

Perhatikan QS An Najm 39-41: manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya, bahwa sesungguhnya usahanya itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya), kemudian dia akan diberi balasan atas (amalnya) itu dengan balasan yang paling sempurna.

Jadi kita hanya bisa berusaha, selama dikerjakan dengan sebaik mungkin dan seikhlas mungkin dengan petunjuk dari Allah, pasti yang dikerjakan itu akan dilipatgandakan. Kalau diperhatikan lagi, hadis sembilan pintu rezeki itu seperti Allah “menantang” kita, tinggal kita memilih apa yang akan kita kerjakan dengan sebaik mungkin.

Rezeki bisa bertambah karena pernikahan. QS An Nur 32: nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu dan juga orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu baik laki-laki maupun perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memberi kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya. Allah Mahaluas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.

Maka kalau sudah waktunya menikah, jangan takut karena rezekinya pasti ada dan kita harus yakin. Setelah menikah akan punya anak, itu akan bertambah lagi rezekinya. Allah menjamin itu melalui QS Al Isra 31: janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut miskin. Kamilah yang memberi rezeki kepada mereka dan (juga) kepadamu. Sesungguhnya membunuh mereka itu adalah suatu dosa yang besar.

Jadi urutannya, beriman kepada Allah karena kalau kita berimana apapun yang kita kerjakan dari perintah Allah maka Allah tidak akan mengecewakan kita. Allah juga menjamin hanya dengan beriman, membaca Al Qur’an, dan bersedekah maka hidup kita tidak akan susah. Maka yang harus dipahami adalah konsep rezeki yang membawa berkah, rezeki jangan hanya diukur dari pendapatan materi karean sesungguhnya rezeki itu sangat luas.

Maka nikmati setiap momen yang telah menjadi takdir Allah dengan terus meningkatkan ketakwaan. Dan orang bertakwa sesungguhnya senantiasa berinfak dalam keadaan lapang maupun sempit.

Allah mengindikasikan kalau kita harus ringan tangan secara kontinuitas, istikomah, dan didawamkan. Allah seperti berkata: saat kamu sempit saja Aku suruh berinfak apalagi saat lapang. Jadi itu harus setiap hari dan dijadikan komitmen yang dijalankan secara istikomah. Kalau kita tidak punya uang maka rajin-rajinlah mulut dan hati ini mendoakan orang lain, dan itu menjadi sedekah kita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *