Rezeki secara bahasa berarti pemberian baik yang menyangkut makanan (perut) maupun yang berhubungan dengan kekuasaan hingga ilmu pengetahuan. Rezeki merupakan apa-apa yang kita usahakan dan kita peroleh lalu kita mampu untuk memanfaatkannya.
Dalam Islam, hakikat rezeki adalah sebagai bentuk tanggung jawab Allah terhadap makhluk ciptaan-Nya dan Allah tidak merasa berat dengan pemenuhan kebutuhan makhluk-Nya itu. Begitu luasnya rezeki hingga di dalam Al Qur’an disebut mencapai 123 kali dengan berbagai bentuknya.
Pada hakikatnya rezeki digunakan untuk mencapai ketakwaan dengan menjalankan semua perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Makanya menggunakan rezeki haruslah melalui cara yang diajarkan oleh syariat Islam dan rezeki bukan selalu tentang harta tapi bisa dalam berbagai bentuk yang lain.
Karena itu tidak perlu khawatir dengan rezeki. Dalam Al Qur’an ada klasifikasi jaminan rezeki yang akan didapat oleh setiap makhluk dari delapan pintu. Yaitu, rezeki yang dijamin, rezeki dari hasil usaha, rezeki lewat istigfar, rezeki karena bersyukur, rezeki dari bersedekah, rezeki karena menikah, rezeki anak, dan rezeki yang tak terduga.
Pahami juga ini: Allah tidak akan pernah tertukar memberi rezeki kepada setiap makhluk-Nya. Karena itu kita harus Ikhlas menerima setiap ketetapan Allah dan dalam mencari rezeki tidak perlu melalui cara-cara yang tidak benar.
Misalnya, di zaman modern ini ada begitu banyak kasus berperkara di pengadilan yang faktor utamanya karena mengupayakan keuntungan materi maupun ganti rugi. Yakinlah dengan jalan musyawarah dan memaafkan akan lebih menenangkan daripada meributkan sesuatu di depan pengadilan manusia yang masih menggunakan hukum manusia.
Percayalah, sangat sulit mencari keadilan tanpa menggunakan hukum Allah, maka serahkan sepenuhnya kepada keputusan Allah karena baik menurut kita belum tentu baik bagi Allah, tapi baik menurut Allah sudah pasti baik bagi manusia.
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui” (QS. Al-Baqarah: 216).
Ketika kita ridho menerima keputusan Allah, kita akan mudah memberi maaf. Karena di mata Allah, orang yang memaafkan lebih mulia daripada meminta maaf. Dan Allah memasukkan mereka ke dalam golongan orang-orang bertakwa
“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan” (QS. Ali Imran: 133-134)
Jangan mencari rezeki dari kesusahan orang. Yakinlah rezeki bersumber dari Allah dan Allah akan memberikan kepada seluruh makhluknya sesuai kadar yang telah ditentukan Allah. Dan carilah rezeki hanya dari jalan yang diridhoi Allah SWT, berusahalah selalu ikhlas dalam menerima setiap keputusan Allah karena keputusan Allah adalah yang terbaik bagi kita.




