Peci atau kopiah hitam memiliki arti khusus bagi orang Betawi. Orang Betawi zaman dulu setidaknya hingga era 1970-an seperti wajib menggunakan penutup kepala berwarna hitam berbahan kain beludru ini dan bukan sekadar untuk menutup kepala tapi memiliki filosofi hingga penanda yang itu diakui secara sosial-kultural.
Dulu, pengguna peci bagi orang Betawi menandakan kalau pemakainya itu orang Islam yang menjalankan syariat Islam dalam kesehariannya. Orang Betawi yang bengal atau belum menjalankan agamanya dengan lurus akan malu dan tidak akan berani untuk memakai penutup kepala yang disebut juga songkok ini.
Peci juga penanda kalau orang Betawi menjalankan syariat Islam dengan benar yang membedakan dengan kalangan Islam abangan ataupun kejawen yang dianut beberapa suku dan pada zaman itu yang masih menjadi minoritas di Jakarta. Peci yang merupakan aksesori fashion ini bisa membuat pemakainya menjadi begitu dihargai dan dihormati.
Jadi kalau di jalanan ada orang yang memakai peci bisa dipastikan dia orang Islam yang menjalankan syariat agamanya dengan baik dan otomatis masyarakat menaruh hormat pada orang ini. Dampak lainnya apa? Saat pergi ke tanah suci untuk menunaikan ibadah haji, orang yang berpeci hitam akan dipanggil sebagai Si Indonesia lantaran kuatnya identitas si pemakai peci hitam.
Seiring perkembangan, peci diangkat sebagai aksesori maupun fashion yang sifatnya nasional dengan seluruh menteri dan pejabat pada zaman Presiden Soeharto menggunakan peci. Kopiah hitam akhirnya menasional tapi di sisi lain identitas sebagai penanda orang muslim yang menjalankan syariat agamanya menjadi hilang hingga sebutan Si Indonesia juga menghilang.
Beberapa negara seperti Malaysia malah masih memiliki panggilan khusus bila berada di tanah suci yang merujuk pada tanda fashion tertentu yang digunakannya. Begitu juga dengan Pakistan, Afghanistan, dan beberapa negara lain yang masih memiliki kekhasan sehingga disebut kekhasannya yang khusus itu. Sekarang dengan telah menasionalnya peci, tidak lagi dijadikan penanda sebagai orang Islam yang menjalankan syariat agamanya.
Belum berhenti di situ, kalau dulu peci bisa digunakan sebagai penanda pemakaianya merupakan orang yang dihormati, saat pergi haji dan pulang ke tanah air peci hitam itu akan berganti dengan peci putih. Artinya, pengguna peci putih pastinya sudah haji dan orang yang belum berhaji tidak akan berani memakai peci putih.
Pada masanya, peci menjadi identitas keislaman khususnya bagi masyarakat Betawi yang memperkaya khazanah dan bagian dari Nusantara. Dengan menasionalnya peci dan bergeser menjadi aksesori budaya nasional yang sayangnya menghilangkan identitas bagi orang Betawi.




